RSS Feed

Suddenly Bali (part 2)

Posted on

Puas roaming di Legian tanpa mengeluarkan duit sedikit pun, dan juga mendapatkan ojek gak resmi yang nanti janji anter gue ke tempat yoga di daerah Seminyak, gue pun jalan menuju Pantai Kuta.

Matahari bener2 terik mampus. Laut berasa cling-cling gitu. Silau ajee… Karena gue udah nyerah untuk gak akan mungkin maenan air laut, gue pun minggir. Nyari rujak yang tadi sempet gue lihat banyak dijual di pinggiran. Lagi nunggu pesenan, sambil celingak-celinguk merhatiin para kaukasia yang sepertinya populasinya di pantai itu lebih banyak dari pada pribumi, mata gue jatuh di 3 cowok yang lagi nyantai di bawah pohon. Bentar, bentar, mereka kok kelihatannya pernah gue lihat, ya?

Omaigad! Ternyata para pemain “Cowboy in Paradise”. Damn, harusnya gue minta poto tuh. Ah, jadi berasa hoax deh :P

Masih sisa 1 jam sebelum nyobain yoga di daerah Seminyak. Gue harus coba karena sekali datangnya cuma Rp 40.000. Haloo? Itungan yoga di Bali seharga Rp 40.000? Itu udah sama aja kayak yoga di Jakarta Do Yoga diskon 50%. Akhirnya sebelum berangkat gue pun… tidur dulu! :D

Seperti biasa, tempat yoga itu jadi satu dengan spa. Nama tempatnya Prana Spa, lokasinya ada di daerah Seminyak. Gue menghabiskan Rp 20.000 menuju tempat itu dengan ojek gak resmi yang tadi sempat gue book pas lagi roaming di Legian. Sebenarnya bukan ojek. Dia cuma menawarkan bantuan untuk antar. Dan terima kasih banyak, bli Toni, karena walaupun kau sempat bertanya jalan sampai 2x, toh kita akhirnya sampai juga di tempat itu.

Tempatnya… hm, apa ya? Tidak terlalu persis dengan apa yang gue bayangin. Terutama dengan bau dupa sembahyang yang memenuhi ruangan itu. Instrukturnya terlihat seperti orang India, tapi juga sangat fasih ngomong Indonesia. Yang jelas aksennya aneh sekali. Akhir sesi, setelah savasana, ternyata peserta harus merapal “Om Santi” sebanyak tiga kali. Kayaknya Bu Titin, instruktur yoga gue, emang pernah cerita soal yang satu ini. Di Bali, yoga biasanya diakhiri dengan rapalan “Om Santi”. Jujur, gue gak berani merapal, karena sugesti dari Bu Titin yang bilang setelah merapal, ada energi lebih yang terasa di dalam tubuh. In the end, gue merapal pas pembacaan “Om Santi” terakhir. Hii… rasanya merinding. Satu ruangan serasa bergema saking kerasnya suara rapalan semua orang. Oooooooooommmmmm…. Saaaaaaannnntiiiiiii….

Prana Yoga, Seminyak

Overall, lumayan lah, nyobain Shivananda Yoga di Bali. Dengan instruktur (yang sepertinya) orang India yang udah tinggal lama di Bali. Harus nyoba di Yoga Barn, Ubud neh, hehe..

Pulangnya gue bingung. Gak ada ojek macem di Jakarta yang selalu ada di setiap pengkolan. Yang sliwar-sliwer taksi semua. Sekali lagi, gue mengandalkan keramahan orang Bali untuk nunjukkin gue jalan. Pak Satpam bilang naik taksi ke Kuta kira-kira Rp 20.000-an. Okelah, kita cabs saja dengan taksi. Berlagak kaya, dari pada nyaho jalan dari Seminyak ke Kuta.

Pulang dari Prana Yoga, gue janjian sama my roomie buat makan malam di Warung Made. Dia bilang rumah makan itu terkenal banget di Kuta. Begitu sampe, gue percaya. Percaya kalau tuh tempat pasti mahal, dan ber-ibab, Akhirnya gue cuma pesen teh anget (jiaah..), sambil berpikir untuk langsung kabur ke “Warung Makan Indonesia” begitu temen gue kelar makan.

Tomorrow’s destination: Ubud.

Advertisements

About Lely Citra

Procrastinator, but strangely, always on time.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: