RSS Feed

The “Kamar”

Posted on

Tulisan ini sebenarnya cuma buat latihan menulis deskripsi. Ini deskripsi kamar yang ditulis kayak nulis–ehem–novel.

Kamar itu tidak besar. Ruangan berukuran 3×2,5 meter itu hanya cukup menampung ranjang berukuran single, sebuah meja rias kecil, dan lemari dua pintu bermodel minimalis. Tidak ada barang elektronik apa pun kecuali telepon selular yang biasa diletakkan Pinta di atas meja rias. Kasurnya hampir tidak pernah rapi, karena selalu ada saja barang yang diletakkan di atasnya; baju, tas, mukena dan sajadahnya, buku, telepon seluler. Sama sekali tidak mencerminkan tempat tidur perempuan yang biasanya selalu rapih.

Begitu juga dengan meja riasnya yang tidak sarat alat kecantikan wanita. Kecuali krim pelembut kulit yang bisa dikatakan mendominasi perlengkapan kecantikan Pinta. Dia memang menyukai produk wanita yang satu itu. Kalau orang cukup punya satu dan selalu membeli merek yang sama setiap habis, maka Pinta punya lebih dari dua merek. Lebih tepatnya lima merek. Satu lagi dia letakkan di kamar mandi, supaya setiap setelah mandi dia tidak lupa membubuhkan di badannya. Tidak ada satu pun parfum dengan botolnya yang cantik, sebagai penggantinya hanyalah botol plastik berisi minyak wangi murahan, dan juga sebotol deodoran semprot bermerek salah satu produk olahraga.

Dia punya beberapa alat kecantikan, dan menurutnya sudah cukup lengkap. Dia punya pemulas bibir, walaupun cuma dua, dengan warna yang hampir serupa. Dia punya bedak, satu untuk sehari-hari, satu untuk penyempurnaan. Dia punya eyeshadow, eyeliner, lipgloss, maskara yang jarang dipakai, dan bermacam-macam ukuran kuas.

Lemari bajunya pun tidak se-wah teman-teman wanitanya. Bahkan dia terkadang kebingungan kalau ada undangan pernikahan, baju apa yang pantas dipakainya. Pinta suka fashion, tapi terkadang keinginan belanjanya sering terhalang dengan pikiran, “kalau aku beli itu, mau aku pakai ke mana?”. Tidak ada pikiran, “ini adalah investasi” bagai Rebecca Bloomwood, atau bahkan, “aku pasti nanti akan memerlukannya.”. Akhirnya isi lemari itu hanya penuh dengan baju-baju kasual dan baju sehari-hari yang memang sering dipakainya.

Apa pun isi kamar itu, Pinta menyukainya. Kamar dengan jendela menghadap ke arah timur, sehingga setiap pagi sinar matahari pagi akan masuk dan menerangi kamarnya. Dari luar jendela kamarnya dia bisa melihat laki-laki yang lalu lalang sambil menggandeng motornya, tidak ketinggalan tanaman hijau yang tumbuh subur di depan jendela kamar

Satu-satunya yang tidak disukai Pinta dari kamarnya adalah gorden jendelanya yang berwana merah muda. Suatu saat, Pinta akan mengganti gorden itu dengan warna kesukaannya. Hijau.

Advertisements

About Lely Citra

Procrastinator, but strangely, always on time.

11 responses »

  1. sampe baca dua kali masih juga gag kebayang gimana tuh kamar? ^^

    Reply
    • jaah… gagalkah saya? atau dirimu yang imajinasinya gak beres? half-full cup, or half-empty cup? kalo menurut saya sih, half-filled cup (ngemeng epeee??)

      Reply
      • imho loh ya.. beberapa orang ada yang suka melihat, tapi beberapa ada yang suka merasakan. di beberapa buku ketika mendeskripsikan tempat biasane diawali dengan rasa.

        contoh loh yow.. eh tetep imho loh ini:

        Kamar itu tidak besar. Ruangan berukuran 3×2,5 meter itu memiliki jendela yang menghadap taman sebelah. Ranjang berukuran single, sebuah meja rias kecil, dan lemari dua pintu bermodel minimalis, menunjukan pemiliknya seorang yang selalu tampil rapi berdasi. Ketika memasuki ruangan tersebut tercium aroma hujan yang baru saja membasahi tanah di taman sebelah

        dari beberapa buku yang kubaca biasanya menunjukan rasa itu menjadi trigger orang berimajinasi dengan kondisi kamar itu. eh itu imho loh ya..

        *loncat ke jurang*

        Reply
        • heheee… jago lhoo ;)) gitu juga bisa. bisa banget malah. tapi sih sbnrnya kalimat: “menunjukan pemiliknya seorang yang selalu tampil rapi berdasi.” gak perlu ditulis, karena udah ketauan dari ruangannya yang “Ranjang berukuran single, sebuah meja rias kecil, dan lemari dua pintu bermodel minimalis”

          btw, it’s not so IMHO anymore if u said it for 3 times. lols.

          Reply
  2. imho imhooo.. duhkah.. dibilang imho gag percaya amat seeh.. *nambah tiga*

    Reply
  3. Artikelnya bagus banget, rupanya suka menulis. kalau nggak salah pernah saya baca artikel tentang kamar di dapat http://lelycitra.multiply.com

    Reply
  4. eh…ternyata salah…bukan kamar tapi rumah idaman, urlnya udah lupa, yang jelas di blog.multiply

    Reply
  5. http://lelylunlan.multiply.com (apa benar nich blogx bu lely yang lama?)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: