RSS Feed

Macaroni and Cheese

Kalo kerjaan terjemahan udah beres, dan gak ada apa-apa lagi yang bisa menyibukkan gue (padahal kerjaan nilai kerjaan murid numpuk), biasanya gue banyak menghabiskan waktu di dapur. Mulai dari bantuin nyokap, sampe nyoba resep-resep baru yang biasanya gue liat di Food Wishes.

Macaroni and Cheese ini kalo menurut gue adalah aslinya Makaroni Schotel yang udah terkenal banget di Indonesia. I decided to give it a try, just to see how it taste. Oiya, ukurannya gak gue convert, tapi gue akan kasih kira-kiranya aja. Dan untuk ukuran cup, bisa pake bra cangkir yang biasa buat minum kopi. Kayaknya sih  kurang lebih 150ml. FYI, ini porsinya cukup buat se-RT. Oke, itu hiperbolis, tapi ini emang porsi besar, bow!

Bahan

  • 1 lb (500 gram-an) elbow macaroni
  • 3-4 cups keju cheddar.
  • 1/4 cup mentega (resep aslinya pake butter)
  • 1/4 cup tepung terigu.
  • 1/4 tsp oregano (aslinya pake thyme)
  • 1/4 tsp cayyene (bubuk cabe)
  • 1/2 tsp white pepper (gue sih pake black pepper)
  • 3 cups susu cair
  • Sejumput pala
  • Garam
  • 1/2 cup panko breadbrumbs + 1 tbsp mentega leleh.

How to Cook

  1. Rebus makaroni sampai empuk di air yang sudah diberi garam. Tiriskan. Sisihkan.
  2. Lelehkan mentega, lalu masukkkan tepung terigu. Masak 1-2 menit di api sedang.
  3. Masukkan semua bumbu (oregano, cayenne, merica). Aduk rata.
  4. Masukkan 1 cup susu. Pastikan susunya dingin, supaya tidak ada gumpalan. Aduk dengan cepat, baru kemudian masukkan sisanya. Masukkan garam dan pala sambil terus diaduk.
  5. Setelah adonan susu agak mengental, kecilkan api, dan aduk lagi.
  6. Matikan api, masukkan keju setengah-setengah. Aduk rata. Sisakan keju untuk topping.
  7. Masukkan makaroni. Aduk rata.
  8. Pindahkan ke pinggan tahan panas, lalu taburi dengan tepung panko yang sudah dicampur dengan mentega cair.
  9. Panggang di oven bersuhu 180-200 derajat Celcius selama 20-30 menit.

Voila!

Macaroni and Cheese

The light and hollow macaroni.

Rasanya nggak terlalu beda sama Makaroni Panggang ala Indonesia, tapi yang ini lebih cheesy (hell, there’s 3 cups of cheese there!) and milky, of course. And a hint of sour flavor. I guess its from the abundant cheese that added there. Tepung yang dipake gak banyak, dan juga gak pake telur, jadi waktu di ambil sepotong, teksturnya gak akan solid. Bakalan ada beberapa yang rontok. But overall, for cheese lovers, this food is great!

Advertisements

About Lely Citra

Procrastinator, but strangely, always on time.

2 responses »

  1. kapan dunk bikin lagi? :D

    Reply
  2. kenapa? mau tah?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: