RSS Feed

Ketika Kami Uring-uringan

Tiga dari lima wanita mengalami semua ini, kira-kira 1-2 minggu sebelum hari H:

  • Situasi: Berjalan di keramaian dan tidak sengaja seseorang menyenggol Anda pelan.
    Reaksi normal: Cuek. Minimal nggrundel beberapa saat.
    Reaksi gak normal: Menoleh dengan sengit, mengernyit, mencaci pelan dan akhirnya berjalan lagi dengan sewot sambil nggrundel.
  • Situasi: Lapar.
    Reaksi normal: Mencari makan kemudian selesai.
    Reaksi gak normal: Mencari makan, kemudian mencari hidangan penutup. Setengah jam kemudian mulai ngemil. Setengah jam ke depan cari es buah.
  • Situasi: Berjalan di mall, kemudian seorang lelaki ganteng lewat (harum pula!)
    Reaksi normal: ngelirik sampai 180 derajat saja dan sedikit menghirup aromanya.
    Reaksi gak normal: ngelirik sampai 180 derajat sambil menghirup aromanya. Kemudian ketika bola mata gak mencukupi pandangan, maka diteruskan dengan menengok sampai kebelakang. Kalo hormon estrogen bener-bener lagi mendominasi maka bisa sampe jalan mundur beberapa langkah sambil merhatiin bagian belakang lelaki ganteng itu (err… ini agak berlebihan, sih)

Itu cuma tiga situasi, dari macam-macam gejala tidak normal bulanan PMS (Prememstrual Syndrome). Masih ada: jerawatan, punggung dan dada nyeri, pinggang capek. Sampai bahkan ada temen yang menyiratkan ke-PMS-annya di blog. Artikel itu memang tidak sedang membahas  PMS , bahkan sangat jauh dari PMS. Tapi, tulisannya yang berisi tentang review film “Knight and Day” ternyata 10%-nya berisi kemupengan dia sama bentuk tampan (dan bentuk tubuh) Tom Cruise. Kenapa gue tahu kalo dia lagi PMS? Karena lima hari kemudian dia cerita kalo lagi dapet, sebelum dua hari sebelumnya isi status FB dia juga masih menyiratkan aura kebinalan. Ya, kawan, wanita yang tingkat kebinalannya lebih dari rata-rata kesehariannya adalah tanda-tanda lagi PMS. Bahasa kerennya sih libido changes.

Bagi kami, PMS tidak pernah menjadi hal yang menyenangkan. Bagaimana bisa menyenangkan kalau kami merasa pinggang sakit, muka lebih berminyak, dan dada juga sakit? Jadi harap dianggap wajar bila ada kalanya kami membentak orang di sekeliling kami tanpa sebab, walau bisa dikatakan bahwa sikap itu juga salah satu gejala PMS, yaitu mood swing. PMS kadang-kadang juga dipake jadi kambing hitam untuk menjustifikasi sikap kami ketika kami tidak bisa menemukan alasan lain kenapa bisa uring-uringan dan bahkan hari itu masih sangat jauh dari siklus datang bulan kami. I called it as a women prerogative right. Ha-ha.

Wikipedia menyebutkan bahwa Premenstrual Syndrome adalah kumpulan gejala fisik, psikologis dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Gejala ini biasanya biasanya berakhir ketika hari pertama datang. Gejala yang paling bisa dititeni (duh, iki opo boso Indonesiane yo?) itu gak jauh-jauh dari gampang marah, murung, pusing, gampang capek, and sensitip.  Banyak yang bilang kalau gejala ini dikarenakan ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron, tapi banyak juga peneliti yang bilang kalau kadar hormon seks di saat PMS ternyata cenderung tidak berubah. Ada beberapa hal yang menyebabkan gejala PMS jadi 2-3x lebih berat. Kebiasaan merokok, terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kadar gula dan garam yang tinggi, kopi, produk susu, dan makanan olahan, lalu juga kurang olah raga.

Buat para wanita yang merasa PMS-nya parah, karena memang tidak semua wanita mengalami PMS dan punya kadarnya masing-masing, sebenarnya PMS ini bisa dikontrol kok. Bukannya dihilangkan tentunya (jangan harap), tapi diminimalisir. Gak susah sebenarnya, tapi masalahnya ini menyangkut gaya hidup. Dan semua juga tahu, gaya hidup adalah habit, sesuatu yang tidak bisa dibuat hanya dalam waktu sehari. Caranya ya itu-itu aja kok. Olahraga teratur, mengurangi kopi, makan-makanan sehat.

So, untuk para lelaki, janganlah pusing kalau ternyata wanita yang kalian sukai, kasihi, dan cintai mendadak bersikap ketus ke Anda. Percayalah, kalau kalian merasa tidak membuat salah, maka harinya dia udah mendekat. Kalo gak yakin, coba ditanya ke dia, kapan hari H-nya. Niscaya kalian akan… mendapat gamparan.

Ok, serius, jadi gimana caranya biar bisa tahu? Tidak semua wanita mau dengan gamblang bilang kapan hari H-nya. Tapi kalau kalian udah deket sama sang wanita, coba perhatikan ketika dia merasa sangat lemes, pucet, sesekali pegang perut bagian bawah dan kadang-kadang mengernyit sendiri. Besar kemungkinan dia lagi hari pertama ato masuk hari kedua. Tanya aja. Kalo udah hari H, biasanya kami mau menjawab kok. Nah, mulai dari situ, tandai tanggalan. Bulan depan, tanya lagi. Bulan depannya lagi, tanya lagi. Ini untuk mengetahui siklus menstruasinya. Karena tiap wanita siklusnya beda-beda. Ada yang maju 5 hari, ada yang mundur 7 hari. Kalau udah tahu siklusnya, maka mestinya kalian bisa maklum kalau mendapati dia tiba-tiba gak mau bicara lama di telepon dengan Anda, kira-kira seminggu sebelum hari-H. Good luck! :D

Advertisements

About Lely Citra

Procrastinator, but strangely, always on time.

2 responses »

  1. So, untuk para lelaki, janganlah pusing kalau ternyata wanita yang kalian sukai, kasihi, dan cintai mendadak bersikap ketus ke Anda. Percayalah, kalau kalian merasa tidak membuat salah, maka harinya dia udah mendekat. Kalo gak yakin, coba ditanya ke dia, kapan hari H-nya. Niscaya kalian akan… mendapat gamparan.

    *speechless*

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: