RSS Feed

la Dilligence de Lyon

Ok,  I’m not a pervert, but I never understand myself that always intrigued with anything that contains a so-called-sexual-ed topics, but it does. Sumpah, gue juga gak ngerti kenapa. Tentang la Dilligence de Lyon ini misalnya, yang sebenarnya udah ada di blog lama gue yang udah gak pernah lagi gue satronin. Kenapa gue sendiri mengaku-aku seperti itu? Ya, karena la Dilligence de Lyon itu…

So, anyway, I read almost all of Sidney Sheldon’s book and I love them. Hampir di setiap bukunya, selalu ada aja istilah yang bikin gue menelusuri apa artinya. Istilah ini muncul di nukilan kalimat, “…… dalam posisi klasik, la Dilligence de Lyon” – Bloodline (p.77).  Yeah, the underlined word is actually the keyword. Kata kunci yang membuat gue menelusuri apa itu la Dilligence de Lyon

La Dillegence de Lyon ternyata adalah judul novel Prancis klasik karangan Richard Lesclide (1890). Judul itu sendiri ternyata memang sebutan sebuah posisi seks. Tapi, justru di dalamnya, tidak pernah dideskripsikan atau dilakukan bagaimana tepatnya posisi ini dilakukan. Isitilah itu sendiri seolah dibuat menjadi rahasia yang sulit untuk dimengerti.

Seorang aristokrat Inggris, Lord Algerton, sudah melakukan hampir apa saja untuk mencari tahu apa itu “kereta kuda Lyon”, yang di dengarnya dari bisikan seorang pejalan kaki. Dia menjelajahi seluruh tempat pelacuran tanpa menemui hasil sedikitpun. Dia begitu terobesesi dengannya. Dalam bukunya disebutkan: “ravagé jusqu’à la moelle des os par son idée fixe, l’oeil cave, le regard éteint, assombri, nerveux, déraisonnable” yang diterjemahkan oleh Google Translate menjadi: “torn to the marrow bone by his fixed idea, the eye caved, the light off, dimmed, nervous, unreasonable.”. Pendeknya, dia sangat-sangat-sangat terobsesi, gitu lah.

Pencariannya tidak dijelaskan secara gamblang karena yang ditonjolkan adalah obsesi dan nafsu Lord Algerton akan pencarian la Diligence de Lyon. Pencariannya berakhir ketika ada seorang wanita yang menyebutkan “the diligence” padanya. Seorang wanita yang telah terpuruk dan berniat untuk melakukannya dengan Lord Algerton.

Apa yang mereka lakukan tidak dideskripsikan dengan jelas, tapi mereka ditemukan mati setelah semuanya selesai. Apakah karena posisinya yang menyebabkan mereka mati? Ato karena Lord Algerton yang ternyata tidak bisa mengatasi posisi itu hingga akhirnya dia mati? Apapun itu, semua gak ada bedanya. Praktek rahasia itu kelihatannya mencakup seluruh posisi seks yang radikal. Bukan karena posisi itu secara teknik terlalu rahasia tapi karena semuanya merupakan tanda akan fatalnya konsekwensi akan sebuah nafsu yang tak terbendung.

Fatalnya konsekwensi akan sebuah nafsu yang tak terbendung. Well said ;)

Advertisements

About Lely Citra

Procrastinator, but strangely, always on time.

3 responses »

  1. bukan masalah posisi, melainkan konsekwensi nafsu yang tak terbendung..
    jadi, aku sih nangkepnya.. kita harus bisa nahan nafsu agar dapat menemukan posisi apa yang terbaik untuk melakukan hubungan sex.. Hahahahahaha
    worth it juga ya sepertinya bukunya, tapi pasti tebal, pasti bacanya lama, dan pasti males..

    Reply
    • Kalo Bloodline emang tebel, tapi bacanya gag lama2 amat kok. alurnya cepet bgt. Kalo buku “la Dilligence de Lyon”.. wah, mbuh lek iku yo :P buku klasik haree..

      Reply
  2. Humpphhh…bener juga ya..*jadi mikir* obsession…when’s too much…kills…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: