RSS Feed

Meet Meo

Posted on

Kependekan dari Romeo, cuma menurut gue panggilan Romeo itu kurang lucu buat nama kucing. Umurnya setahun jalan, dan bulan ini dia resmi bukan perjaka lagi. Kerjaannya ngikutin emak gue ke kulkas untuk minta keju selembar setiap pagi. Orang yang jual bilang dia persi medium. Apa pun jenisnya dia, intinya dia lucu banget. Ralat. Ganteng. Meo itu kucing ganteng. Dan dengan banyaknya betina-betina yang hampir “siap”, gue udah tahu pas beli dia, kucing ini bakal jadi “Raja Minyak”

Tidurnya geletakan di mana-mana. Dan gak sembarang geletakan, tapi mana pun yang beralaskan sesuatu yang dingin; lantai, tanah lembap, nyender tembok. Gak kayak kucing lain yang suka meringkuk di anget-anget, kalo Meo diangkat ke kasur buat tidur, 10 menit kemudian dia bakal turun lagi, menuju sudut dingin yang adem. Kayaknya dia udah kepanasan karena bulunya yang kelewat tebel.

Sayangnya, kebiasaannya tidur di tempat sejuk gak didukung dengan stamina usus yang kuat. Karena apa? Karena dia punya penyakit kambuhan. Penyakitnya gak jauh-jauh dari penyakit kambuhan emak gue, kembung. Kenapa kambuhan? Karena cuma kambuh pas udara Malang lagi dingin.

Beda dengan kucing-kucing ras yang biasanya anteng di dalam kandang, yang satu ini sejak umur 3 bulan udah paling ogah ditaro di dalam kandang. Dia akan berontak tiada akhir sampe akhirnya suatu kali dia bisa meloloskan diri lewat pintu kandang yang dikunci dan gak pernah lagi gue naro dia di kandang buat tidur. Dari pada kejepit, hayo?

Kucing bawel ini suka banget godain Uya, kura-kura bantet yang ada di rumah gue. Umur Uya udah 8 tahun, tapi gedenya cuma segede telapak tangan gue. Hidup bareng di kolam butek bareng 1 lele monster dan 7 lele abri, Uya sering naik ke pinggir kolam buat berjemur kalo siang hari lagi terik. Unfortunately, Meo yang suka gak bisa nahan diri kalo liat barang bergerak, suka ngedorong-dorong Uya yang udah susah payah manjat dinding kolam sampe akhirnya jatoh lagi ke kolam. Mungkin sebel karena makanannya, yang piringnya ditaro di pinggir kolam, suka diambil sama si kura-kura bantet.

Makan sisa es krim sisa gue, jilatin adonan sisa kue, nguber-nguber bola plastik, perang sama boneka, mungkin biasa. Yang agak gak biasa mungkin kecintaannya sama penebah. Terutama kalo lagi goler-goler di karpet. Bersihin muka, bersihin pantat, nyante, tidur, semuanya dilakukan dekat kalo gak nempel sama penebah. Menggemaskan.

I should’ve named him Lemon, for the yellowness, the happy spirit, the sourness when he’s cranky, and the funny smell of a cat.

Advertisements

About Lely Citra

Procrastinator, but strangely, always on time.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: