RSS Feed

“Insya Allah”? Gimana kalau “Insya Ana” aja?

Posted on

Salah gak sih, kalo gue kurang percaya orang yang berkata “insya allah”? Bukan tanpa alasan gue akhirnya memutuskan untuk merasa pesimis dengan ucapan ini. Jelas bukan karena artinya ya (naudzubillah… *ketok meja 3 kali*), tapi karena penggunaan semena-mena yang diucapkan sama manusianya.

Semena-mena adalah ketika gue menginginkan kehadiran seseorang di suatu tempat dan dia jawab “insya allah,” dan gue bisa melihat keengganan di mukanya. Semena-mena adalah ketika menagih janji ketidahadiran seseorang dan dengan santainya bilang “kan gue udah bilang Insya Allah,” seakan-akan dengan mengucapkan insya Allah, terhapus sudah dosa ketidakhadirannya dan melalaikan tanggung jawab.

Artinya sendiri udah jelas, “Jika Allah mengijinkan,” Gue yakin, Allah selalu mengijinkan perbuatan baik apa pun umatnya. Tapi kalo abis ngomong “Insya allah” kemudian gak jadi dateng karena ketiduran, hohoho… tidak bisaa. Berasa banget kalo omongan itu adalah kunci kabur dari tanggung jawab. Mendingan jawab aja langsung “Nggak ah, gue males.” Selesai. Urusan digamparin karena lepas tanggung jawab itu nanti, yang penting udah teges sama diri sendiri. Bukan yang ogah dateng tapi gak mau terlihat buruk dengan langsung menolak akhirnya ngeles dengan “insya allah”. Puh.

Sekian kali gue dapet omongan ini dari orang-orang yang mangkir dan dari orang-orang yang benar-benar menepati, jadi bisa bikin gue menilik mana yang ucapannya bener dari hati dan yang nggak. Walaupun prosentase orang-orang yang palsu jadi agak mengacaukan pandangan gue.

Menurut gue sih biarlah Allah sendiri yang tahu kalo kita melakukan niat itu dengan sungguh-sungguh. Jadi, kalau emang mau dateng tapi melihat ada halangan di depan, ‘sok, bilang “Insya Allah,” tapi bener-bener diniatin. Bukan “Insya Allah” yang asal ucap. Kadang-kadang gue suka mo nyeplos ngomong “Insya Allah, ato Insya ana? Kok lo kayaknya ogah dateng gitu?” Untungnya masih bisa gue empet.

Tentunya gak semua orang sependapat sama gue. But some does, gue baca di beberapa blog kalo ternyata yang punya pengalaman kayak gini gak cuma gue doang. Jadi, cuma mau bilang, hati-hati dalam berucap dan berperilaku. Supaya “Insya Allah” yang seharusnya adalah janji, malah digeneralisasi menjadi istilah untuk ingkar janji.

Advertisements

About Lely Citra

Procrastinator, but strangely, always on time.

4 responses »

  1. ya kalau insya ana kurang pas juga, mendingan katakan sebenarnya terjadi. Bila ada halangan silahkan, bila tidak silahkan.

    Reply
  2. salam kenal mba lely..blog walking nih ke blog Nccers..
    saya jg skrg ga mau lagi pake Insya Allah mba klo memang ragu untuk datang, soalnya konsekuensi nya itu loh..itu bener2 cuma ajal yg menghalagi hehe..kalo sy tinggal bilang..”kalo sempat yah” atau ” liat nanti yaa”

    Reply
  3. Heheheh I feel you

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: