RSS Feed

Brownies. For Real.

Posted on


Selama ini kalau gue makan brownies, itu adalah pemberian orang. Selalu. Mau itu brokusnya Amanda, atau brokus Jalan Coklat, Malang, ato browniesnya Kartika Sari. Sama sekali gue gak pernah beli brownies single-handedly. Kecuali waktu itu… uhm… uhm… err, kayaknya emang gak pernah deh. Memalukan.

Suatu kali gue nge-HM brownies Lite n Bite punya temen gue. Harus gue akuin, sampe saat ini, brownies itu megang banget di palet gue. Entah karena kepadatannya, manisnya yang pas, permukaannya yang garing tapi dalemnya tetap lembut. Damn, bahkan gue masih bisa mendeskripsikan teksturnya saking enaknya. Padahal itu udah awal tahun 2010 lalu. Sayangnya di sini gak ada Circle K karena Lite n Bite cuma masuk ke convenient store yang satu itu.

Pengen banget ngerasain brownies itu lagi. Then I stumble into this recipe and regret it right on. Karena gue menemukan resep brownie yang bikin gue membuat adonan ini sebanyak tiga kali dalam dua minggu. Damn. So much for diet. Hah! Kayak yang kenal diet aje gueee!

Aniway, I just want to say, “Hail to Riana Ambarsari for this recipe.” *hormat ala Hitler #eh* Sebenernya sedikit banyak mirip sama yang ada di All Recipes. Bedanya cuma di tepung. Gue sih percaya sama punya Riana deh, karena dia pasti pake tepung yang ada di Indonesia. Bikin cake resep luar negeri suka riskan gara-gara tepung sini sama tepung sono beda. Banyak yang bilang karena tepung di Indonesia kebanyakan diproses. Don’t know. Don’t care. I hope I don’t sound too ignorance.

Ukuran gula harus gue kurangin. Sungguh, rasanya gak mungkin gue masukin 200 gram gula ke adonan 2 telur.Tapi yang suka manis bisa menuruti resep asli. Must I remind you, though, be careful with this recipe. You might gain weight in a short time. But, hey, it’s worth it anyway.

PennyLane’s Brownies

  • 2 telur
  • 140 gr gula pasir
  • 1/2 sdt vanilla
  • 30 gr cocoa powder
  • 100 gr tepung terigu
  • 100 gr minyak goreng
  • 1/4 sdt garam
  • 40 gr chocolate chips
  • 50 gr kacang-kacangan yang disuka (kenari, mede, almond, etc)

Instructions

  1. Siapkan loyang loaf (25x10x4 cm). Alasi dengan kertas roti, olesi dengan minyak dan juga di sekelilingnya loyang. Panaskan oven 180 derajat Celcius.
  2. Sangrai/panggang kacang yang akan dijadikan campuran. Jangan sampai gosong supaya tidak pahit. Hancurkan sedikit. Sisihkan.
  3. Kocok telur dan gula sampai pucat dan mengembang. Tidak perlu sampai kental sekali, kecuali kalau mau tekstur browniesnya jadi more spongy and less fudgy. Kalau pakai vanilla ekstrak, tambahkan di langkah ini.
  4. Ayak terigu, cocoa powder, garam, dan vanila. Masukkan ke adunan telur. Aduk rata.
  5. Masukkan minyak goreng. Aduk rata, jangan sampai mengendap di dasar wadah.
  6. Masukkan chocolate chips dan kacang. Aduk asal rata. Kacang bisa disisakan untuk topping.
  7. Masukkan adonan ke dalam loyang, oven selama 35-45 menit atau sampai matang (tes tusuk).

Easy peasy for a delicious treats.

Advertisements

About Lely Citra

Procrastinator, but strangely, always on time.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: