RSS Feed

Antara Film Taken dan Blog Bang Aip

Minggu kemarin saya dan suami baru nonton Taken 2. Saya yang sudah nonton film pertamanya berharap apakah akan seseru yang pertama atau nggak. Secara action sih iya, tapi untuk jalan cerita saya lebih suka yang pertama. Tentang human traficking. Ngeri, tapi menarik.

Saat nonton film Taken saya masih naif, menganggap itu cuma sekadar film. Ya, saya tahu, human trafficking do exist, tapi hanya sekadar tahu. Tidak sampai merasa simpati. Film itu bercerita tentang anak perempuan remaja Bryan Mills (Liam Neeson) yang diculik saat travelling ke Perancis sama satu teman wanitanya. Di luar action tembak-tembakan dan pencarian jejak yang dilakukan sama si ayah, penonton dikasih secuil pemandangan yang (mungkin) terjadi di human trafficking. Mulai dari adanya ‘pemikat’ yang menginformasikan keberadaan target, sampai bagaimana para remaja wanita itu diberi obat-obatan dan dipaksa jadi PSK.

Sebenarnya human trafficking bisa berarti luas sih, tapi biasanya yang jadi sorotan adalah para wanita yang dipaksa jadi PSK.

Terus Bang Aip itu siapaah? 

Bang Aip itu blogger yang mengangkat kisah human trafficking dari matanya sendiri. Fokusnya lebih ke “pasar daging” atau penjualan wanita yang dipaksa jadi PSK. Dia sendiri hidup bersama satu orang putrinya dan bekerja di (sepertinya) Eropa bagian agak timur. Belum begitu tahu domisili persisnya di mana. Mata saya sudah langsung terfokus ke cerita ‘pasar daging’nya. Saat membaca cerita human trafficking-nya yang dikasih judul “Tentang Perburuan Wanita” secara berseri, sumpah saya merinding banget. Banget, nget. Sedikit demi sedikit mata saya benar-benar terbuka tentang PSK, terutama PSK kelas atas yang sering dikasih istilah ‘Uzbek.’

Cerita berseri dari Bang Aip itu memaparkan brutal dan kejamnya cara kerja human trafficking ini. Wanita-wanita yang dia ceritakan banyak berasal dari Eropa timur macam Slovenia dan Hungaria. Wanita-wanita ini diculik dan diperlakukan dengan sadis. Anak kecil usia lima tahunan pun jadi sasaran untuk para pedofil. Sungguh, wanita-wanita itu diperlakukan layaknya hanya sepotong daging saja, bukan seorang manusia. Yang paling ngeri adalah ada dari mereka yang dijadikan konsumsi para penggila seks yang kesukaannya sangat di luar batas. Pernah dengar film dengan label ‘Snuff’? ‘Snuff’ ini di atas BDSM, artinya seksual dengan kekerasan luar biasa. Ada yang bilang film jenis ini cuma mitos saja, tapi ternyata tidak.

Di Indonesia ada gak human trafficking ini? Kalau Indonesia masih masuk peta dunia, jawabannya iya. Kalau dulu saya masih naif dengan pemikiran para wanita yang rela jadi PSK, kini tidak lagi. Human trafficking ini macam gurita raksasa yang tangannya menggapai ke mana-mana. Gak jauh beda sama perdagangan obat-obatan terlarang. Uangnya gede dan orang-orang yang seharusnya punya kewajiban untuk menghentikannya, justru ikut-ikutan nyemplung. Lah, repot.

Makanya, yang punya anak cewek, hati-hati, ya? Apalagi kalau anaknya cantik, duuh… hati-hati. Jangan naif, menganggap ah, itu terjadi cuma di kota besar. Tetap waspada. Dijualnya dan dipasarkannya memang ke Jakarta, tapi para ‘pemikat’ ini juga ambil pasokannya ke daerah-daerah kecil. Justru daerah-daerah kecil ini yang harus waspada dua kali. Biasanya si anak cewek diiming-imingi kerja di Jakarta dengan gaji besar, kemudian malah dijadikan PSK.

Ternyata, ya, perbudakan itu masih ada. Hanya saja sekarang kemasannya berbeda. Makin miris tinggal di bumi ini. Maafin ibu karena kalian harus lahir di jaman seperti ini ya, anak-anakku *kusuk-kusuk perut*

Advertisements

About Lely Citra

Procrastinator, but strangely, always on time.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: