RSS Feed

Category Archives: Kontes

Sekali-kali ikut kontes. Karena sekali-kali pengen menangin sesuatu. Apa kek apa.

Pertama Kali Menang Kuis!! *pity*

Sejak suami melungsurkan Blackberry-nya ke saya, saya jadi rajin baca timeline di Twitter. Setelah 3 bulanan ber-twitter, mulai ngerti kenapa banyak orang yang (agak) sulit jauh-jauh dari hapenya. Saat kita mem-follow akun-akun yang tepat, seisi linimasa seakan-akan menjadi deretan tulisan yang menarik dan penuh informasi. Sampai-sampai kalau lagi gak ada kerjaan suka stalking twitwar :))

Anyway, di Twitter juga banyak akun-akun yang sering ngadain kuis dengan hadiah kecil-kecilan. Kebanyakan ngasih hadiah berupa buku. Ada juga yang berupa vocer belanja di Carrefour. Saya sendiri kebanyakan follow akun-akun tentang pregnancy, ASI dan juga parenting.

FYI nih, dari dulu saya gak pernah menangin hadiah dari kuis apa pun. Sebelum ikut selalu udah skeptis duluan, “halah, mana mungkin menang?” Hasilnya ya gak pernah menang beneran lah! Orang gak pernah ikutan -__-

Tapi suatu kali @HypnoBirthingID ngadain kuis ulang tahun. Saya gak terlalu berminat ikut, karena pertanyaannya selain gak bisa jawab, juga kurang tergoda sama hadiahnya. Sampe mereka mengajukan pertanyaan, “Sharing tentang pengalamanmu berkomunikasi dengan janin!” nah, kalau ini, apa pun hadiahnya, saya pengen ikut, karena ada beberapa kejadian yang menurut saya cukup amazing saat saya berkomunikasi dengan si kembar. Saat itu bahkan saya gak berminat sama hadiahnya, sayabenar-benar cuma mau berbagi kalau ini lho, janin itu mengagumkan. Mereka bisa diajak bicara dengan cara yang tepat.

These were my tweets:

Okeh, muna banget lah saya kalau gak pengen hadiahnya. Saya tetep pengen, bukan karena nilainya, tapi lebih ke arah ingin “didengar” dan mendapat “apresiasi”. Dan ternyata menang beneran lho, xixixix… Hadiahnya juga lumay banget. Dapet buku “Mencerdaskan Janin Sejak dalam Kandungan” :)

Congrats, me!

Advertisements

Busted Smile

Busted!

Ada yang bilang senyum itu jendela hati. Ada yang bilang senyum itu sehat, senyum itu ibadah, senyum itu ini dan itu. Apa pun itu, saat foto di atas di ambil, semua sekit hati terlupakan saat pertanyaan yang tepat dilontarkan: “Kok bisa suka sih sama pacarnya?” Pertanyaan yang memicu ingatan untuk mengingat semua yang baik dan menyenangkan. Dan akhirnya, senyum bisa itu membuat membuat semuanya lebih baik, untuk sesaat seperti melupakan semua luka hati.  Just like what Barbra Streisand said…

Smile though your heart is aching
You’ll find that life is still worthwhile
If you just smile…

In the end, I’m glad that my story with him finally ended. Year ago. And I finally find the best…

Ah, Sederet is New!

I can’t remember who the person is that introduce me with Sederet, but ever since Dastan Books hire me as a freelance translator, that online dictionary is always open on my Firefox Window. There’s google translate, sure, but damn, it really take a long time for google to translate a word! I dunno whether it’s my connection fault or else, but with I save more time with Sederet.

It’s kinda pretty though, with what happen with the new Sederet. Nice layout, nice new logo, and it still has the same prime color. At first, I was like woow… ok, did I open the wrong website? Apparently not. The cyan blue color of the overall website tells it. Nice surprise actually. After 2,5 year open the same website and finally, something change. Change is good. Not much of a change. But still good.

And! And before I intent to join this review contest, I wouldn’t know they have bad translation report! I think this is good. Not that I’m gonna report since I never found any word that doesn’t suit me, but this is a good gesture. I never get bad translation, but sometimes I do get NO translation. Maybe the word I search was too ancient that I have to look it up at here. Sometimes it’s not English language, so no wonder Sederet doesn’t translate word I looked for. But I really hope Sederet can translate terms like: House of Lords, lower house, epergne, into the real (or maybe just the closest) meaning in Indonesia.

And last, I work with shortcut. Try to save more time with not grabbing the mouse, but memorizing short-cut. Any kind of shortcut. As for Sederet, instead of  moving my mouse to type new words, I used to have to press Tab on keyboard six time before I write new word on space provided. With new Sederet, I only have to press three times. Three times! Really, this I like a lot. Safe me more time.

Furthermore, I hope Sederet also have Indonesia-Indonesia dictionary in the future. Next year I hope.Yeaa… you wish. Lols.