RSS Feed

Category Archives: Recipe and Food A-Z

Suka baking masa iya resepnya dikekep sendiri? Dibagi-bagi dong, biar berkah :D

Jackfruit-Coconut Ice Cream Recipe (Rustic-modern Style)

I once tried to check dunialely with Alexa. Not that I hope my blog will at least have rank like Joy the Baker, I was just curious whether I even have a rank. My blog has it. About 14 million something. 14 million…something *sigh*

Also I get annual report from WordPress and found out that my reader is not just from Indonesia, because surprisingly, USA and Canada are following. I have a feeling after they read the first sentence, which is written in bahasa Indonesia, they might close my blog immediately.

It’s jackfruit season in Indonesia, therefore I choose this recipe to be written in English version. I browse several recipe, and found out that most of jackfruit ice cream recipes use only milk. I use coconut milk instead. The savory flavor of coconut milk works like magic with jackfruit. This also a combination that use for es teler, the famous Indonesian dessert thats basically contains with shredded jackfruit, avocado, and coconut meat, poured with  shredded ice, sugar syrup, and coconut milk. Delish.

Jackfruit

Jackfruit ice cream also a traditional dessert in Indonesia. We use to call it as es puter. As you know, jackfruit and coconut are all tropical fruit, so it’s fair to say that it’s a lot harder for making blueberry (very much expensivo) ice cream than this here in Indonesia. The original version of es puter use only coconut milk, without heavy cream. I also use pandan leave to make the coconut milk more fragrant. This is rustic style.

This recipe is super easy. And is you have ice cream maker, it’s combo easy.

Jackfruit ice cream

 Jackfruit-Coconut Ice Cream

Ingredients:

  • 250 ml coconut milk
  • 250 ml heavy cream
  • 90 gr caster sugar
  • 1 cup jackfruit (about 200gr)
  • 2 pandan leaves
  • Pinch of salt

Instructions:

  1. Peel jackfruit and remove the seed. Blend with small amount of water until smooth. Let it cool in the fridge. You can set aside few jackfruit to be cut in cube.
  2. Heat coconut milk, sugar, pandan leaves and salt until medium heat or just until the sugar dissolve. If you use instant coconut milk, you don’t have to boil it. Remove from heat and let it cool in the fridge for about 1-2 hours.
  3. Remove pandan leaves from coconut milk before mixed together with blended jackfruit and cold heavy cream. Mix until thoroughly blend.
  4. From here, those who has ice cream maker can processed it according to the manufacturers instructions. But those who doesn’t, chill it in the freezer until the mixture in side of bowl starting to form ice. Scrape it with fork, and mix it until the ice dissolve. Repeat the step for about 3-4 times, so you can have a smooth texture ice cream.
  5. Once the mixture reach consistency of ice cream, mix in the shredded jackfruit. Chill it on the freezer overnight. If the ice cream is too hard to scope, put it in a fridge for about 5-10 minutes.
  6. Serve it on a sunny day :)
Advertisements

Black Forest Cake! Akhirnya!

Sebenarnya cake ini bukan yang baru bikin kemarin, atau bahkan minggu kemarin. Black Forest ini dibuat buat hantaran balasan tempo hari, dan tempo hari itu adalah tanggal 12 November ’11 lalu. Itu bukan tempo hari ya, istilahnya? Hehe, abisan gak ada waktu, ma meeenn! *ahlesan*

Cake ini juga sebenernya cuma salah satu cake dari 6 cake dan 2 toples cookies yang gue bikin untuk hantaran balasan itu. Waktu itu bilang nyokap sanggup untuk bikin enam cake karena yang ada di otak adalah pikiran bahwa ini ajang latihan. Latihan apa? Latihan buat bikin Salt & Cocoa bener-bener ada wujudnya. Bukan cuma angan-angan.

Manajemen waktunya udah lumayan. Cookies gue serahin ke nyokap. Pandan chiffon, Orange cotton cake, dan 2 butter cheese cake, dan 2 base cake Black Forest beres dibuat malem sebelumnya, yang kurang cuma covering and Black Forest sama whipped cream dan garnish-nya. Pagi jam 10 masih ribet sama tetek bengek laennya. Belom sadar kalo masih amatiran banget buat covering dan garnish black forest.

Akhirnya garnish baru mulai jam 1-an. Few lessons to learn after 2 hours struggling with whipped cream and chocolate:

  1. Ngocok whipped cream harusnya gak boleh terlalu heboh. Malah bikin pecah dan gak smooth lagi.
  2. Ini entah emang gue yang amatiran ato gimana, tapi nyerut dark chocolate itu susaaahh! Sialaan!
  3. Harus banyak latihan garnish pake spuit, supaya bentuknya yang berulang terus konsisten. Supaya bentuknya gak ada yang lebih kecil, atau lebih gede, ato malah swirl-nya gak keliatan.
  4. Untuk setiap layer, cherry hitam ditaro sebelum dioles whipped cream, supaya kalo ditumpuk sama cake di atasnya, cherry itu gak akan melesak amblas dan malah bikin whipped cream-nya keluar ke pinggir-pinggir.

Tapi overall, cake ini kayaknya enak banget. Cakenya sangat, sangat moist, whipped cream-nya enak, dan lengkap pake black cherry. Tapi yang nyebelin adalah gue gak bisa nyobain :-( udah pesen sama si Amore untuk sisain gue barang se-slice. Eladhalah nyokapnya ngasihin cake itu ke kakaknya. Yap, satu utuh semuanya. Kayak yang ngasih tau gue untuk mau gak mau emang kudu bikin lagi.

Black Forest

(Source: 60 Resep Cake & Cookies Anti Gagal NCC)

  • 8 butir telur
  • 60 gr coklat bubuk (use the best you can get)
  • 40 gr tepung maizena
  • 100 gr tepung terigu
  • 1 sdm cake emulsifier
  • 100 gr mentega, lelehkan
  • 200 gr gula pasir
  • 1/4 sdt vanili bubuk

Hiasan:

  • 400 gr krim kocok
  • Serutan dark cooking chocolate
  • 1 kaleng cherry hitam, saring, pisahkan airnya.

Instructions:

  1. Campur terigu, cokelat bubuk, dan tepung maizena aduk rata. Siapkan 3 buah loyang bundar diameter 20cm. Olesi margarin, alasi kertas roti, oles kembali dengan margarin.
  2. Kocok telur, gula, vanili bubuk, dan cake emulsifier sampai mengembang dan kental.
  3. Masukkan campuran tepung sambil diayak, aduk sampai tercampur rata. Masukkan mentega leleh, aduk rata.
  4. Tuang ke dalam loyang, panggang dalam oven dengan suhu 180 derajat C selama 20-25 menit sampai matang. Angkat, keluarkan dari loyang, dinginkan.
  5. Penyelesaian
  6. Basahi satu lapis cake dengan air cherry hitam, susun belahan black cherry, lalu oles dengan krim kosok. Tumpuk lagi lapisan cake ke-2. Ulangi proses yang sama hingga lapisan teratas.
  7. Rapikan, oles seluruh cake dengan krim kocok, hias dengan cokelat serut, atau bentuk lain sampai tertutup semua.

Coming up, Sacher Torte!

My Very Own Tiramisu

Waktu itu mbak Didin yang udah gak pulang ke Malang selama hampir 3 tahun, akhirnya pulang juga. Entah dia itu pulang untuk ngabis-ngabisin duit di Malang atau gimana, gue gak ngerti. Yang jelas, gue mpe bikin tiramisu tiga kali buat dia.Tau sendiri harga Mascarpone itu mihil.

I never made this dessert before. Waktu itu emang pernah kursus bikin cake ini, tanpa lady finger, dan sepertinya layak dicoba. Base lady finger akhirnya diganti pake sponge cakenya NCC dan browsing-browsing bikin krim tiramisunya. Dapet resep tiramisu-nya NCC pun rasanya kayak gak sreg, karena lihat porsi gula yang kayaknya kok untuk orang yang sweet tooth banget.

Dapet resep kuning telur 2, trus pake putih telur yang dikocok mengembang, and that’s it. Eww… Putih telur mentah. Pass deh. Dapet lagi, ukuran heavy cream lebih banyak dari pada Mascarpone. Risiko gampang lumer. Pass lagi. Capek nyari resep, akhirnya gue kira-kira sendiri aja dengan memperkirakan rasanya gak akan manis-manis banget–apa lagi gue selalu pake whipped cream non-dairy yang notabene rasanya selalu lebih manis dari pada whipped cream dairy–dan konsistensi yang mirip a very, very smooth butter cream.

Tiramisu

Base vanila sponge cake:

  • 3 butir telur
  • 1 kuning telur
  • 100 gr gula pasir
  • 1/2 sdt emulsifier
  • 100 gr tepung terigu
  • 50 gr mentega cair
  • 1/2 sdt esens vanili

Cream Tiramisu

  • 2 kuning telur
  • 40 gr icing sugar
  • 250 gr Mascarpone cheese (suhu ruang)
  • 250 ml heavy cream (non-dairy)

Larutan kopi (aduk rata)

  • 2 sdt kopi instan
  • 2 sdt gula pasir
  • 1 sdt rum/coffee liquor (optional)
  • 150 ml air panas

Direction

Base vanilla sponge cake

  1. Alasi loyang bulat uk. 20 cm dengan kertas roti dan olesi dengan mentega. Kocok gula dan telur sampai setengah mengembang, masukkan emilsifier, kocok sampai kental.
  2. Masukkan tepung terigu, aduk rata. Masukkan mentega cair, aduk balik sampai rata. Pastikan tidak ada mentega cair yang tertinggal di bagian bawah wadah. Tuang di loyang, dan ketuk-ketuk sedikit untuk mengeluarkan udara pada cake.
  3. Oven pada suhu 180 derajat C selama 40 menit atau sampai matang. Angkat, dinginkan, dan potong horizontal menjadi 3 bagian sama rata. Sisihkan.

Tiramisu cream

  1. Kocok gula halus dan kuning telur di atas air panas sampai cairan dirasa hangat. Angkat dari air panas dan kocok lagi sampai kental dan cairan tak lagi terasa hangat. Masukkan keju Mascarpone, aduk rata tapi jangan terlalu lama.
  2. Kocok heavy cream sampai kaku. Masukkan campuran Mascarpone ke dalam whipped cream, aduk balik perlahan-lahan sampai rata. Bagi menjadi 3 bagian sama rata.

Penyelesaian

  1. Tata lapisan cake pertama pada ring mika, perciki dengan air kopi sampai lembap. Tuang krim tiramisu, ratakan hingga ke pinggir. Tutup dengan lapisan cake kedua. Ulangi langkah yang sama sampai cake terakhir dan krim tiramisu habis.
  2. Masukkan dalam kulkas selama minimal 4 jam. Semalaman lebih baik.
  3. Tabur dengan coklat bubuk saat akan dihidangkan. Potong dengan pisau yang dicelup ke air panas dan dilap dengan tisu supaya hasil potongan menjadi rapih.

Enjoy :)

NB: Hi, dear. Makasih fotonya ya <3

Unusual Ice Cream Flavor: Strawberry Cream Cheese

Posted on

Not THAT unusual flavor actually. In fact, is not unusual at all, since David Lebovitz created the bacon flavor one. Eww…

Anyhow, this is one of the project I did with dHemickey. Actually, the project has been running for three months. I don’t know whether I can call it as a project, but the idea is, we make different kind of meal every month. A meal that we never made before. Sounds familiar? Yeaa… we’re not that creative who can come up with that kind of idea. We merely copy the idea from here. But since joining that club is way too intimidating, this is the second best I can do.

After spun sugar and apple pie month, this month theme is “Unusual ice cream flavor” This strawberry cream cheese flavor is just warming up actually, because my mind is swarming with ideas of “unusual flavor”. As for this flavor, I’ve been dying to try this recipe, but never had the chance to do it. Ok, that’s a lie. It’s not because I never had the chance, but because I don’t feel like I want to do it. Just yet. And this month theme is sounds about perfect to finally make this recipe.

If you like strawberry cheesecake, then you’ll love this ice cream. Because basically this is a strawberry cheesecake… made into ice cream. Oh, boy, sounds beautiful, isn’t it? :D

Strawberry Cream Cheese Ice Cream

(Source: Joy of Baking)

  • 300 ml fresh milk
  • 200 ml heavy cream
  • 80 gr granulated white sugar
  • 3 egg yolks
  • 1 1/2 tsp vanilla extract
  • 115 gr cream cheese, room temperature
  • 120 ml strawberry puree

Instructions:

  1. In a small saucepan, heat the milk and half of the sugar to the scalding point (when the milk begins to foam on the side of the pan). Remove from heat.
  2. Meanwhile, in another bowl, beat cream cheese, egg yolks and the remaining sugar until light and fluffy. Gradually pour the scalding milk into the whipped egg yolk mixture. Make sure you continue whisking so the eggs wont curdle. Strain the mixture if lumps formed.
  3. Put back the custard into a saucepan over low heat. Cook until the custard thickens enough that it coats the back of a wooden spoon.
  4. Remove the custard from the heat immediately and continue stirring for a few minutes so it does not overcook. Add the vanilla extract and the strawberry puree. Let it cool to room temperature and the refrigerate until it’s completely cold (preferably overnight)
  5. After the custard is completely cold, beat the heavy cream until double in size in stainless steel bowl. Pour in the custard and mix it until it’s completely well blended. Put the mixture  into ice cream maker, or do the freeze-and-beat technique for about 3-4 times. The more you beat it, the softer the ice cream.
  6. Store in closed container and let it freeze about 8 hours. If the ice cream is too hard to scoop, put it on the fridge for 30 minutes so it can soften.

Brownies. For Real.

Posted on


Selama ini kalau gue makan brownies, itu adalah pemberian orang. Selalu. Mau itu brokusnya Amanda, atau brokus Jalan Coklat, Malang, ato browniesnya Kartika Sari. Sama sekali gue gak pernah beli brownies single-handedly. Kecuali waktu itu… uhm… uhm… err, kayaknya emang gak pernah deh. Memalukan.

Suatu kali gue nge-HM brownies Lite n Bite punya temen gue. Harus gue akuin, sampe saat ini, brownies itu megang banget di palet gue. Entah karena kepadatannya, manisnya yang pas, permukaannya yang garing tapi dalemnya tetap lembut. Damn, bahkan gue masih bisa mendeskripsikan teksturnya saking enaknya. Padahal itu udah awal tahun 2010 lalu. Sayangnya di sini gak ada Circle K karena Lite n Bite cuma masuk ke convenient store yang satu itu.

Pengen banget ngerasain brownies itu lagi. Then I stumble into this recipe and regret it right on. Karena gue menemukan resep brownie yang bikin gue membuat adonan ini sebanyak tiga kali dalam dua minggu. Damn. So much for diet. Hah! Kayak yang kenal diet aje gueee!

Aniway, I just want to say, “Hail to Riana Ambarsari for this recipe.” *hormat ala Hitler #eh* Sebenernya sedikit banyak mirip sama yang ada di All Recipes. Bedanya cuma di tepung. Gue sih percaya sama punya Riana deh, karena dia pasti pake tepung yang ada di Indonesia. Bikin cake resep luar negeri suka riskan gara-gara tepung sini sama tepung sono beda. Banyak yang bilang karena tepung di Indonesia kebanyakan diproses. Don’t know. Don’t care. I hope I don’t sound too ignorance.

Ukuran gula harus gue kurangin. Sungguh, rasanya gak mungkin gue masukin 200 gram gula ke adonan 2 telur.Tapi yang suka manis bisa menuruti resep asli. Must I remind you, though, be careful with this recipe. You might gain weight in a short time. But, hey, it’s worth it anyway.

PennyLane’s Brownies

  • 2 telur
  • 140 gr gula pasir
  • 1/2 sdt vanilla
  • 30 gr cocoa powder
  • 100 gr tepung terigu
  • 100 gr minyak goreng
  • 1/4 sdt garam
  • 40 gr chocolate chips
  • 50 gr kacang-kacangan yang disuka (kenari, mede, almond, etc)

Instructions

  1. Siapkan loyang loaf (25x10x4 cm). Alasi dengan kertas roti, olesi dengan minyak dan juga di sekelilingnya loyang. Panaskan oven 180 derajat Celcius.
  2. Sangrai/panggang kacang yang akan dijadikan campuran. Jangan sampai gosong supaya tidak pahit. Hancurkan sedikit. Sisihkan.
  3. Kocok telur dan gula sampai pucat dan mengembang. Tidak perlu sampai kental sekali, kecuali kalau mau tekstur browniesnya jadi more spongy and less fudgy. Kalau pakai vanilla ekstrak, tambahkan di langkah ini.
  4. Ayak terigu, cocoa powder, garam, dan vanila. Masukkan ke adunan telur. Aduk rata.
  5. Masukkan minyak goreng. Aduk rata, jangan sampai mengendap di dasar wadah.
  6. Masukkan chocolate chips dan kacang. Aduk asal rata. Kacang bisa disisakan untuk topping.
  7. Masukkan adonan ke dalam loyang, oven selama 35-45 menit atau sampai matang (tes tusuk).

Easy peasy for a delicious treats.

Cookies and Cream Ice Cream

Posted on

Another ice cream recipe!

Si, I’m addicted of making ice cream.

Es krim rasa ini udah gak pernah meninggalkan benak gue semenjak gue memperhatikan rasa-rasa eskrim yang ada di New Zealand Natural. Gue tahu pasti paduan rasa es krim vanilla ples Oreo udah pasti oke banggets. Tapi gue gak beli. Karena apa? Gue gak rela merogoh kocek Rp 20.000-an (seinget gue sih seginian) cuma buat secontong es krim vanilla diaduk sama Oreo. Baskin Rob malah lebih parah. Satu scoop malah Rp 30.000! Iiih, pengen marah deh! Dasar kapitalis oportunis *cih*

Dan, berbekal dengan mengkira-kira rasa ini, gue nekat bikin es krim Cookies and Cream. Lagian apa sih susahnya bikin es krim rasa ini? Cuma es krim vanilla diaduk sama Oreo doang kan? *plak*

Cookies and Cream Ice Cream (Original recipe by Lely)

Ingredients

Vanilla ice cream

  • 300 ml susu
  • 200 ml heavy cream
  • 2 kuning telur
  • 1 sdm tepung maizena
  • 4 1/2 sdm gula
  • 1 pod vanilla bean (atau 1 1/2 sdt vanilla extract)

Cookies

  • 10 biskuit Oreo (tumbuk kasar asal remuk)

Instructions

  1. Didihkan susu, separuh gula, vanilla bean dan sekaligus pod-nya dengan api sedang sampai muncul gelembung-gelembung kecil di pinggiran panci. Matikan api.
  2. Kocok kuning telur dan sisa gula dengan mixer sampai kuning telur berubah kuning pucat dan kental. Tambahkan tepung maizena yang diencerkan dengan sedikit air.
  3. Dengan menggunakan whisk, aduk cepat sepertiga susu hangat ke dalam kuning telur (tempering), lalu masukkan kembali kuning telur ke dalam susu sambil terus diaduk. Bersihkan adonan kuning telur sampai ke dasar mangkuk, untuk mengambil gula yang tidak larut dalam pengocokan.
  4. Panaskan kembali adonan kuning telur + susu sambil terus diaduk menggunakan sendok kayu. Jangan sampai mendidih. Adonan custard sudah siap ketika sendok kayu terlapisi dengan adonan. Matikan api. Angkat vanilla pod.
  5. Biarkan dingin di dalam lemari es, atau dinginkan menggunakan semangkuk es batu yang diletakkan di bawah panci custard. Metode mana pun yang dipakai, selalu diaduk sesekali supaya tidak custard tidak bergumpal.
  6. Kocok heavy cream sampai setengah mengembang. Masukkan adonan custard dan aduk sampai rata (di sini, mungkin nanti akan ngerasa,  “Adonannya kok kentel dan bikin eneg banget ya?” Don’t worry, you’re one the right track :)
  7. Freezing process bisa pake ICM atau cara sabar: freeze and beat technique.
  8. Di kocokan terakhir, atau ketika adonan es krim sudah mulai kental sehingga bisa menahan Oreo tidak jatuh ke bawah wadah, tambahkan biskuit Oreo yang udah ditumbuk kasar dan aduk beberapa kali saja. Tidak usah terlalu rata supaya tekstur biskuitnya masih tetap terasa waktu dimakan.
  9. Masukkan ke wadah kedap udara, dan dinginkan selama 12 jam.

Note:

Jangan terlalu halus menumbuk Oreo, karena nanti malah bikin es krim vanilla-nya butek dan warnanya jadi gak sembur-sembur putih hitam lagi.

Taiwanese Cheese Cake

Waktu itu bikin New York Cheese Cake dan berakhir gagal total. Eh, gak total juga sih, masih bisa dimakan, cuma keaseman yang pasti gara-gara gue nyemplungin sour cream gak pake aturan.

Gak peduli udah gagal bikin baked cheese cake, gue masih tetep penasaran bikin cheese cake. Kali ini, dengan pede semi tinggi, gue memutuskan bikin Taiwanese Cheese Cake. Dan gue tergoda gara-gara gambarnya keliatan yang fluffy lembut gitu. Food stylist yang hebat, sampe gue bisa tergiur dari gambar doang. Eh, tapi kan emang begitu tujuan dari adanya profesi food stylist bukan?

Daaaan… coba tebak! Sekali lagi gue melakukan kesalahan bodoh. I overdo the instruction. Entah apa yang salah dengan otak gue dengan tidak bisa menuruti instruksi yang sudah di uji coba para pakarnya.

Taiwanese Cheese Cake (Source: Buku 50 Resep Cheese Cake, Sedap)

Ingredients

  • 125 gr cream cheese
  • 90 gram susu evaporated
  • 65 gram mentega tawar
  • 35 gr tepung terigu protein rendah
  • 30 gr maizena
  • 120 gr kuning telur
  • 150 gr putih telur
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt cream of tartar
  • 90 gr gula pasir
  • 1 sdm parmesan cheese untuk taburan.

Instructions

  1. Tim cream cheese dan susu cair sambil diaduk sampai leleh. Tambahkan mentega. Tim lagi sampai mentega larut. Jaga air tim jangan sampai mendidih. Angkat.
  2. Tuang ke dalam campuran tepung terigu dan maizena yang sudah diayak, sambil diaduk rata. Tambahkan kuning telur. Aduk rata. Sisihkan.
  3. Kocok putih telur, garam, dan cream of tartar dengan kecepatan sedang sampai setengah mengembang. Tambahkan gula pasir sedikit-sedikit sambil dikocok sampai mengembang.
  4. Tuang 3 sendok makan putih telur ke dalam campuran tepung terigu sambil diaduk perlahan. Tuang campuran ini ke dalam putih telur sedikit-sedikit sambil diaduk hingga rata.
  5. Tuang adonan ke dalam loyang 22x22x4 cm dialas kertas roti tanpa dioles margarin. Tabur keju parmesan.
  6. Letakkan loyang berisi adonan di dalam loyang lebih besar yang sudah diberi 2-3 sendok makan air. Oven dengan suhu 160 derajat C selama kurleb 45 menit atau sampai matang.

Additional instruction

  • Setelah oven dimatikan, biarkan loyang berada di dalam oven sampai 1-2 jam.

Instruksi tambahan itu gak ada di dalam bukunya. Gue melakukannya karena begitu cake langsung gue keluarin dari oven setetelah mateng, doi langsung yang mengerut dan kempes gitu. Kayak yang kaget gitu kena suhu ruangan *halah* Langsung aja gue masukin lagi ke oven yang udah mati. Sepertinya dia berhenti mengerut. Gue gak tahu kalo gak gue masukin lagi emang bakal brenti mengerut ato gak. Gue gak mo ambil risiko buat cake ini. Bahannya kan lumayan bow *perhitungan*

Gue overdo instruksi nomor 6. Bukannya ngasih air 3 sendok makan aja buat au bain marie, pas air dah abis di menit ke 30, malah gue banjur lagi. Semacam bodoh -_- Alhasil pas udah mateng, hasil cake-nya terlalu lembap. Enak sih, cuma jadi eneg gitu. Akhirnya setelah gue potong-potong, gue masukin oven lagi 15 menit. The second time baking was damn worthed! It’s light, it’s fluffy, and it’s… cheesy! There’s nothing like it.

Pokoknya ikutin aja instruksi yang udah sangat jelas, you’ll be ok ;)