RSS Feed

Category Archives: Semi-Pengetahuan

Kalau “Jamie’s Food Revolution” di Indonesia…

Ini acara yang ada di teve kabel channel TLC setiap hari Kamis jam 18.00. Inti dari misinya si Jamie Oliver ini adalah mengubah pola makan orang Amrik yang terlalu terpaku sama junk food. Emang udah bukan rahasia lagi kalo pola makan orang Amerika sama sekali gak sehat. Yaa, Vanessa Hudgeons, Alicia Keys, or Blake Lively emang badannya yang super duper okeh gitu. Tapi mereka selebrita. Dan selebrita bukanlah orang kebanyakan. Tau sendiri kalo US paling jago bikin pencitraan diri, tapi padahal kenyataannya sama sekali gak kayak gitu. Siapa sih yang gak inget, kalo Britney Spears, Christina Aguilera, bahkan si kurus Mischa Barton pernah bablas menggendut dan gak terawat? Ya begitu itu Amerika yang sebenarnya.

The real life of USA

Penyakitnya gak jauh-jauh dari diabetes dan jantung. Semuanya gara-gara kebanyakan gula dan processed food. Inget film Super Size Me yang nunjukin kalau Mc. Donalds merajai fast food di sana? Ibaratnya Mc. Donalds di sana itu, kayak Alfamart/Indomaret di sini yang tiap 10 meter ada. Dan secara ironis, Mc. Donalds, yang dibilang sebagi sumber junk food dan penyebab obesitas dan diabetes, ada di beberapa kantin rumah sakit.

Kita juga punya fast food di sini. Dan hampir di mana-mana juga. Heran gak, kenapa kita gak kayak mereka? Well, selain harganya mahal, lo harus ngakuin doong, kalo rasanya nasi padang lebih yahud dari pada paha ayam fast food itu? Bener, kan? Personally, gue lebih milih tempe penyet sambel terasi dari pada ayam makdi itu. Err… tapi kalo ayamnya KFC sih, gue milih ayamnya :”>

Setiap gue nonton acara ini, yang ada di otak gue, selain ngerasa eneg karena diliatin mulu processed food yang warnanya cokelat dull, gue selalu mikir, kalau Jamie ngebawa misi ini ke Indonesia, dia akan menghadapi situasi yang benar-benar kebalik, dengan solusi yang sama juga.

Intinya, kita juga sama memprihatinkannya dengan USA. Kalau mereka over-nutrisi, kita malnutrisi. Kalo mereka obesitas, kita busung lapar. Hasilnya gada yang bagus. Sama-sama buruk. Dua-duanya bikin penyakit.

Lebih dari 100 juta penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan, biasanya anaknya lebih dari dua. Mungkin karena gak ada kegiatan lain seperti para pekerja kantoran yang sibuk, akhirnya hanya kegiatan prokreasi saja yang menjadi kegiatan mereka. Dengan pengetahuan minim tentang kontrasepsi, akhirnya mereka terus berprokreasi, lupa kalau hasil kreasinya nanti juga butuh makan. Gak usah pas udah lahir, pas masih di dalam rahim pun udah harus dikasih nutrisi tanpa henti. Hasilnya apa? Jelas, malnutrisi.

Jadi mikir, kalau Jamie Oliver di taro di Indonesia, revolusi makan apa yang bisa dia lakukan ya? Karena di US, para penderita obesitas, mereka memilih pola makan seperti itu. Mereka punya semua bentuk sayur-sayuran segar, tapi mereka memilih makanan sampah. Nah, kalau penderita malnutrusi di Indonesia? Mereka tidak punya pilihan. Pilihannya cuma makan nasi seadanya, atau tidak makan. Dan walaupun tidak makan bukanlah pilihan, ternyata kadang-kadang saking miskinnya mereka, dalam sehari pun bisa tidak makan.

The contradiction is amazing…

Jadi… *mode emak2: ON* yang masih pada sehat, atur pola makan dengan sehat ya. Pokoknya jangan berlebihan lah. Jangan lupa, olahraga. Kalo gak punya waktu, jalan kaki aja dari rumah ke kantor. Itu juga udah olahraga kok. *datar*

la Dilligence de Lyon

Ok,  I’m not a pervert, but I never understand myself that always intrigued with anything that contains a so-called-sexual-ed topics, but it does. Sumpah, gue juga gak ngerti kenapa. Tentang la Dilligence de Lyon ini misalnya, yang sebenarnya udah ada di blog lama gue yang udah gak pernah lagi gue satronin. Kenapa gue sendiri mengaku-aku seperti itu? Ya, karena la Dilligence de Lyon itu…

So, anyway, I read almost all of Sidney Sheldon’s book and I love them. Hampir di setiap bukunya, selalu ada aja istilah yang bikin gue menelusuri apa artinya. Istilah ini muncul di nukilan kalimat, “…… dalam posisi klasik, la Dilligence de Lyon” – Bloodline (p.77).  Yeah, the underlined word is actually the keyword. Kata kunci yang membuat gue menelusuri apa itu la Dilligence de Lyon

La Dillegence de Lyon ternyata adalah judul novel Prancis klasik karangan Richard Lesclide (1890). Judul itu sendiri ternyata memang sebutan sebuah posisi seks. Tapi, justru di dalamnya, tidak pernah dideskripsikan atau dilakukan bagaimana tepatnya posisi ini dilakukan. Isitilah itu sendiri seolah dibuat menjadi rahasia yang sulit untuk dimengerti.

Seorang aristokrat Inggris, Lord Algerton, sudah melakukan hampir apa saja untuk mencari tahu apa itu “kereta kuda Lyon”, yang di dengarnya dari bisikan seorang pejalan kaki. Dia menjelajahi seluruh tempat pelacuran tanpa menemui hasil sedikitpun. Dia begitu terobesesi dengannya. Dalam bukunya disebutkan: “ravagé jusqu’à la moelle des os par son idée fixe, l’oeil cave, le regard éteint, assombri, nerveux, déraisonnable” yang diterjemahkan oleh Google Translate menjadi: “torn to the marrow bone by his fixed idea, the eye caved, the light off, dimmed, nervous, unreasonable.”. Pendeknya, dia sangat-sangat-sangat terobsesi, gitu lah.

Pencariannya tidak dijelaskan secara gamblang karena yang ditonjolkan adalah obsesi dan nafsu Lord Algerton akan pencarian la Diligence de Lyon. Pencariannya berakhir ketika ada seorang wanita yang menyebutkan “the diligence” padanya. Seorang wanita yang telah terpuruk dan berniat untuk melakukannya dengan Lord Algerton.

Apa yang mereka lakukan tidak dideskripsikan dengan jelas, tapi mereka ditemukan mati setelah semuanya selesai. Apakah karena posisinya yang menyebabkan mereka mati? Ato karena Lord Algerton yang ternyata tidak bisa mengatasi posisi itu hingga akhirnya dia mati? Apapun itu, semua gak ada bedanya. Praktek rahasia itu kelihatannya mencakup seluruh posisi seks yang radikal. Bukan karena posisi itu secara teknik terlalu rahasia tapi karena semuanya merupakan tanda akan fatalnya konsekwensi akan sebuah nafsu yang tak terbendung.

Fatalnya konsekwensi akan sebuah nafsu yang tak terbendung. Well said ;)

Ketika Kami Uring-uringan

Tiga dari lima wanita mengalami semua ini, kira-kira 1-2 minggu sebelum hari H:

  • Situasi: Berjalan di keramaian dan tidak sengaja seseorang menyenggol Anda pelan.
    Reaksi normal: Cuek. Minimal nggrundel beberapa saat.
    Reaksi gak normal: Menoleh dengan sengit, mengernyit, mencaci pelan dan akhirnya berjalan lagi dengan sewot sambil nggrundel.
  • Situasi: Lapar.
    Reaksi normal: Mencari makan kemudian selesai.
    Reaksi gak normal: Mencari makan, kemudian mencari hidangan penutup. Setengah jam kemudian mulai ngemil. Setengah jam ke depan cari es buah.
  • Situasi: Berjalan di mall, kemudian seorang lelaki ganteng lewat (harum pula!)
    Reaksi normal: ngelirik sampai 180 derajat saja dan sedikit menghirup aromanya.
    Reaksi gak normal: ngelirik sampai 180 derajat sambil menghirup aromanya. Kemudian ketika bola mata gak mencukupi pandangan, maka diteruskan dengan menengok sampai kebelakang. Kalo hormon estrogen bener-bener lagi mendominasi maka bisa sampe jalan mundur beberapa langkah sambil merhatiin bagian belakang lelaki ganteng itu (err… ini agak berlebihan, sih)

Itu cuma tiga situasi, dari macam-macam gejala tidak normal bulanan PMS (Prememstrual Syndrome). Masih ada: jerawatan, punggung dan dada nyeri, pinggang capek. Sampai bahkan ada temen yang menyiratkan ke-PMS-annya di blog. Artikel itu memang tidak sedang membahas  PMS , bahkan sangat jauh dari PMS. Tapi, tulisannya yang berisi tentang review film “Knight and Day” ternyata 10%-nya berisi kemupengan dia sama bentuk tampan (dan bentuk tubuh) Tom Cruise. Kenapa gue tahu kalo dia lagi PMS? Karena lima hari kemudian dia cerita kalo lagi dapet, sebelum dua hari sebelumnya isi status FB dia juga masih menyiratkan aura kebinalan. Ya, kawan, wanita yang tingkat kebinalannya lebih dari rata-rata kesehariannya adalah tanda-tanda lagi PMS. Bahasa kerennya sih libido changes.

Bagi kami, PMS tidak pernah menjadi hal yang menyenangkan. Bagaimana bisa menyenangkan kalau kami merasa pinggang sakit, muka lebih berminyak, dan dada juga sakit? Jadi harap dianggap wajar bila ada kalanya kami membentak orang di sekeliling kami tanpa sebab, walau bisa dikatakan bahwa sikap itu juga salah satu gejala PMS, yaitu mood swing. PMS kadang-kadang juga dipake jadi kambing hitam untuk menjustifikasi sikap kami ketika kami tidak bisa menemukan alasan lain kenapa bisa uring-uringan dan bahkan hari itu masih sangat jauh dari siklus datang bulan kami. I called it as a women prerogative right. Ha-ha.

Wikipedia menyebutkan bahwa Premenstrual Syndrome adalah kumpulan gejala fisik, psikologis dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Gejala ini biasanya biasanya berakhir ketika hari pertama datang. Gejala yang paling bisa dititeni (duh, iki opo boso Indonesiane yo?) itu gak jauh-jauh dari gampang marah, murung, pusing, gampang capek, and sensitip.  Banyak yang bilang kalau gejala ini dikarenakan ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron, tapi banyak juga peneliti yang bilang kalau kadar hormon seks di saat PMS ternyata cenderung tidak berubah. Ada beberapa hal yang menyebabkan gejala PMS jadi 2-3x lebih berat. Kebiasaan merokok, terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kadar gula dan garam yang tinggi, kopi, produk susu, dan makanan olahan, lalu juga kurang olah raga.

Buat para wanita yang merasa PMS-nya parah, karena memang tidak semua wanita mengalami PMS dan punya kadarnya masing-masing, sebenarnya PMS ini bisa dikontrol kok. Bukannya dihilangkan tentunya (jangan harap), tapi diminimalisir. Gak susah sebenarnya, tapi masalahnya ini menyangkut gaya hidup. Dan semua juga tahu, gaya hidup adalah habit, sesuatu yang tidak bisa dibuat hanya dalam waktu sehari. Caranya ya itu-itu aja kok. Olahraga teratur, mengurangi kopi, makan-makanan sehat.

So, untuk para lelaki, janganlah pusing kalau ternyata wanita yang kalian sukai, kasihi, dan cintai mendadak bersikap ketus ke Anda. Percayalah, kalau kalian merasa tidak membuat salah, maka harinya dia udah mendekat. Kalo gak yakin, coba ditanya ke dia, kapan hari H-nya. Niscaya kalian akan… mendapat gamparan.

Ok, serius, jadi gimana caranya biar bisa tahu? Tidak semua wanita mau dengan gamblang bilang kapan hari H-nya. Tapi kalau kalian udah deket sama sang wanita, coba perhatikan ketika dia merasa sangat lemes, pucet, sesekali pegang perut bagian bawah dan kadang-kadang mengernyit sendiri. Besar kemungkinan dia lagi hari pertama ato masuk hari kedua. Tanya aja. Kalo udah hari H, biasanya kami mau menjawab kok. Nah, mulai dari situ, tandai tanggalan. Bulan depan, tanya lagi. Bulan depannya lagi, tanya lagi. Ini untuk mengetahui siklus menstruasinya. Karena tiap wanita siklusnya beda-beda. Ada yang maju 5 hari, ada yang mundur 7 hari. Kalau udah tahu siklusnya, maka mestinya kalian bisa maklum kalau mendapati dia tiba-tiba gak mau bicara lama di telepon dengan Anda, kira-kira seminggu sebelum hari-H. Good luck! :D